Tampilkan postingan dengan label untuk sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk sahabat. Tampilkan semua postingan

5.3.10

Sajak Untuk Pendaki

Jalan yang selama ini kau tempuh
Semakin sulit dan kian terjal
Meracun di setiap hentakan
Namun komitmen itu selalu menjadi cambuk
Yang bergetar keras, mencabik sukma setiap kali kau hendak mundur

Kegetiran yang kini kau rasakan
Adalah cermin dari tangisan alam
Yang kian terpuruk bersimbah nista

Mereka menjerit dan kau meronta
Mereka merintih dan kau terkapar

Masihkah ada selaksa harap
Agar kalian dapat bernyanyi bersama

Tapi bila esok mentari masih bersinar
Harapmu jalan itu tak lagi gelap
Namun cahaya itu menyisakan cemas
Akan tuntutan pada sebuah hakekat
Kawan,
Pengembaraanmu tak akan pernah ada akhir




9.2.10

Surat Kepada Sahabat

Secangkir kopi yang kau buatkan untukku malam itu
Sampai sekarang belum ku minum
Karena aku masih ingin menghabiskan waktuku bersamamu
Mengais harapan demi harapan
Serta mengukir komitmen demi komitmen

Pendakian kita belum usai sobat...
Tanah merah itu belum kering
Oleh airmata yang kita tumpahkan bersama
Oleh darahdarah yang kita alirkan bersama
Pada sebuah sumpah suci tanpa pengkhianatan

Kita harus segera melanjutkan pengarungan kita
Meski lautan masih kokoh dalam kemurkaannya
Karena masih ada satu pulau yang harus kita labuhi
Untuk membangun dan meletakkan tujuantujuan yang selama ini belum tercapai
Serta untuk melahirkan dan membesarkan anakanak kita

Jangan sekalisekali kau mencoba terlelap
Karena aku tidak mau hadir melalui mimpimu
Aku pun di sini tak akan terlena dengan khayalanku
Karena aku akan selalu menunggu kedatanganmu
Untuk bersama menghajar congkaknya dunia...



**Apa kabarmu di sana kawan???




Kali Ini Aku BenarBenar Mengantarmu Pergi

Kali ini aku benarbenar mengantarmu pergi
Untun menuntaskan syahwatmu
Yang selama ini tertunda oleh adatadat dan dogmadogma

Kali ini kau benarbenar menjadi lelaki
Dengan gagah berani kau hadapi angkuhnya samudra
Dengan senyum simpul kau tatap mentari senja yang hendak sembunyi
Lari dari seorang lelaki yang hendak memulai pengembaraannya

Kali ini kau benarbenar memulai hidup
Kali ini kau benarbenar akan merasakan asinnya air laut
manisnya air tebu...
Asamnya air jeruk...
Serta pahitnya biji mahoni

Kali ini aku benarbenar mengantarmu pergi
Meski telah kucoba melacurkan senyumku untuk mencegahmu
Tapi kau takkan merubah komitmenmu untuk menjadi lelaki
Kali ini kau benarbenar telah pergi
Meski sebagian jiwamu masih tertinggal di lantai kamarku


Jan,2003
**puisi lama untuk seorang sahabat yang telah pergi