Semakin sulit dan kian terjal
Meracun di setiap hentakan
Namun komitmen itu selalu menjadi cambuk
Yang bergetar keras, mencabik sukma setiap kali kau hendak mundur
Kegetiran yang kini kau rasakan
Adalah cermin dari tangisan alam
Yang kian terpuruk bersimbah nista
Mereka menjerit dan kau meronta
Mereka merintih dan kau terkapar
Masihkah ada selaksa harap
Agar kalian dapat bernyanyi bersama
Tapi bila esok mentari masih bersinar
Harapmu jalan itu tak lagi gelap
Namun cahaya itu menyisakan cemas
Akan tuntutan pada sebuah hakekat
Kawan,
Pengembaraanmu tak akan pernah ada akhir
